Selasa, 07 Februari 2012

Klasifikasi dan Jenis Ikan Lele


Klasifikasi dan Jenis Ikan Lele

Ikan Lele (Clarias) adalah marga (genus) ikan yang hidup di air tawar. Ikan ini mempunyai ciri-ciri khas dengan tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang serta mimiliki sejenis kumis yang panjang, mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini sebenarnya terdiri atas berbagai jenis (spesies). Sedikitnya terdapat 55 spesies (jenis) ikan lele di seluruh dunia.
leleIkan-ikan marga Clarias ini dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan siripanus yang juga panjang, yang terkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.

Nama-nama Ikan Lele

Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila Lele di Indonesia mempunyai banyak nama daerah. Antara lain (jika ada yang terlewat, silahkan sobat ikut menambahkan):
  • Ikan Kalang (Sumatra Barat)
  • Ikan Maut (Gayo dan Aceh)
  • Ikan Kalang Putih (Padang)
  • Ikan Duri (Sumatera Selatan)
  • Ikan Sibakut (Karo)
  • Ikan Pintet, ikan Kaleh (Kalimantan Selatan)
  • Ikan Penang (Kalimantan Timur)
  • Ikan Keling (Makassar)
  • Ikan Cepi (Sulawesi Selatan)
  • Ikan Lele, Wais, dan Lindi (Jawa Tengah)
  • Ikan Wiru (Jawa Barat)
Sedang di negara lain dikenal dengan nama Keli (Malaysia) Mali (Afrika), Plamond (Thailand), Gura Magura (Srilangka), Ca Tre Trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula Catfish, Siluroid, Mudfish dan Walking Catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani “chlaros”, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

Spesies Ikan Lele

Sedikitnya terdapat 55–60 spesies anggota marga Clarias diseluruh dunia. Dari jumlah itu, di Indonesia kini diketahui belasan spesies lele, beberapa di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir. Berikut ini adalah daftar jenis (spesies) Ikan Lele menurut Ferraris (2007), yang terdapat di Indonesia.
  1. Clarias batrachus (Linnaeus, 1758). Disebut juga Lele kampung, Kalang, Ikan Maut, Ikan Pintet. Menyebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk di Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
  2. Clarias gariepinus (Burchell, 1822). Disebut sebagai Lele Dumbo (King Catfish). Menyebar luas di Afrika dan Asia Kecil, kini diternakkan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
  3. Clarias insolitus (Ng, 2003). Endemik di aliran Sungai Barito, Kalimantan.
  4. Clarias intermedius (Teugels, Sudarto & Pouyaud, 2001). Endemik di Kalimantan Tengah, di antara Sampit dengan Sungai Barito.
  5. Clarias kapuasensis (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003). Endemik di Kalimantan Barat, di sekitar aliran Sungai Melawi dan Kapuas.
  6. Clarias leiacanthus (Bleeker, 1851). Endemik di Kalimantan Barat, di aliran Sungai Kapuas.
  7. Clarias meladerma (Bleeker, 1846). Disebut juga dengan Wiru, Wais, Ikan Duri, atau Lele Hitam. Terdapat di lembah Sungai Mekong, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Filipina.
  8. Clarias microstomus (Ng, 2001). Endemik di Kalimantan Timur, di sekitar aliran Sungai Mahakam dan Kayan.
  9. Clarias nieuhofii (Valenciennes, 1840). Disebut juga dengan Limbat, Lembat. Terdapat di Sumatra, Kalimantan, India, Filipina, Thailand, dan pesisir Kamboja, serta kemungkinan di sisi Pegunungan Cardamom di arah Sungai Mekong.
  10. Clarias nigricans (Ng, 2003). Endemik di Kalimantan Timur, di sekitar aliran Sungai Mahakam.
  11. Clarias olivaceus (Fowler, 1904). Endemik di Sumatera Barat, di sungai-sungai dataran tinggi.
  12. Clarias planiceps (Ng, 1999). Disebut juga sebagai Lele Kepala-pipih. Endemik Kalimantan. Habitatnya meliputi hulu Sungai Rajang dan Kapuas, Kalimantan Barat, serta Sungai Kayan, Kaltim.
  13. Clarias pseudoleiacanthus (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003). Endemik Kalimantan.
  14. Clarias pseudonieuhofii (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2004). Endemik Kalimantan Barat, pada sistem Sungai Kapuas bagian hulu.
  15. Clarias teijsmanni (Bleeker, 1857). Dinamakan juga sebagai Lele Kembang. Menyebar di sekitar aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, dan Jawa.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: tinopterygii. Ordo:Siluriformes. Famili: Clariidae. Genus: Clarias (Scopoli, 1777)
Sinonim: Chlarias (Scopoli, 1777). Macropteronotus (La Cep├Ęde, 1803). Clarias (Cuvier, 1816). Cossyphus (M’Clelland, 1844). Phagorus (M’Clelland, 1844). Dinotopteroides (Fowler, 1930). Prophagorus (Smith, 1939). Anguilloclarias (Teugels, 1982). Brevicephaloides (Teugels, 1982). Clarioides (Teugels, 1982). Platycephaloides (Teugels, 1982)
Referensi:
  • id.wikipedia.org/wiki/Lele
  • www.geocities.com/yasmuipsht6/jenis-lele
  • Suyanto, SR. 1991. Budidaya Ikan Lele. Penebar Swadaya. Jakarta.
  • http://alamendah.wordpress.com
Gambar:
  • http://aaheroe.info/wp-content/uploads/2008/11/485281_lele.jpg
  • id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Clarias_batrachus.jpg

Senin, 06 Februari 2012


Budidaya IKAN LELE

Cara budidaya ikan lele Dumbo sebenarnya jauh lebih mudah dibanding ikan mas atau ikan air tawar lainnya, karena ikan lele lebih tahan terhadap penyakit dan perubahan kondisi lingkungan. Menariknya, justru keuntungan yang didapatkan bisa jauh lebih besar karena tingginya permintaan pasar. Ikan lele semakin populer di masyarakat sebagai menu kuliner yang nikmat, sehingga sangat menguntungkan bagi para peternak ikan lele. Hari ini kami akan membagikan informasi gratis kepada anda tentang bagaimana cara beternak ikan lele.
Pertama-tama yang perlu anda ketahui adalah mengenai pembenihan ikan lele. Pembenihan lele adalah upaya untuk mendapatkan benih lele dengan mengawinkan jantan dan betina dalam kolam-kolam khusus pembenihan.
budidaya ikan leleAda tiga cara yang bisa anda lakukan untuk pembenihan lele ini:
1. Sistem Pembenihan Massal
Dalam sistem pembenihan massal ini, jantan dan betina ditempatkan dalam satu kolam yang sama dengan perbandingan jumlah tertentu. Dalam sistem ini, jantan akan lebih leluasa untuk mencari pasangan yang akan dikawini dalam kolam tersebut. Jadi dalam sistem pembenihan massal ini, kesuksesan pembenihan tergantung pada keaktifan jantan dalam mencari pasangan.
2. Sistem Pembenihan Berpasangan
Sistem Pembenihan Berpasangan dilakukan dengan cara menempatkan jantan dan betina dalam sebuah kolam yang sama. Kesuksesan pembenihan sistem ini tergantung pada ketepatan anda dalam memilih pasangan yang tepat.
3. Sistem Pembenihan Suntik (Hyphofisasi)
Sistem pembenihan suntik dilakukan dengan menyuntikkan ekstrak kelenjar hyphofise. Suntikan ini bertujuan untuk merangsang ovulasi. Ekstrak kelenjar hyphofise ini diambil dari ikan lele lainnya. Jadi untuk melakukan sistem ini harus ada lele yang dijadikan donor kelenjar hyphofise.
Sekarang kita akan membahas lebih jauh tentang proses beternak ikan lele. Ada beberapa tahap awal yang perlu anda perhatikan, yaitu:

PEMBUATAN KOLAM LELE

cara budidaya ikan leleDalam budidaya ikan lele, dikenal dua macam kolam yaitu kolam bak dan kolam kubangan (biasa juga disebut dengan kolam galian). Pemilihan jenis kolam ditentukan dari seberapa luas dan bagaimana tipe dari lahan yang anda miliki.
Kolam jenis apapun yang anda pilih tidak menjadi masalah. Yang peting adalah kolam lele anda memiliki bagian-bagian lain yang penting:
Kolam pematangan: kolam ini berisi jantan dan betina yang sedang dalam masa pematangan telur.
Kolam tandon: kolam ini berfungsi sebagai tempat pengendapan lumpur, persediaan air dan tempat menumbuhkan plankton. Kolam inilah yang langsung berhubungan dengan saluran air dan berfungsi sebagai sumber air untuk kolam-kolam lainnya.
cara budidaya ikan leleKolam pembenihan: kolam ini adalah lokasi untuk perkawinan jantan dan betina. Di kolam ini harus tersedia bahan-bahan seperti batu bata, ijuk atau bambu sebagai media hubungan jantan dan betina.
Kolam pendederan: kolam ini berfungsi sebagai tempat membesarkan anak lele yang sudah berusia lebih dari 3 hari. Anak ikan lele yang usianya lebih dari 3 hari sudah membutuhkan pakan. Sebelum umur 3 hari mereka masih mengkonsumsi cadangan kuning telur induknya sebagai makanan.

PEMILIHAN INDUK

Selanjutnya anda perlu memperhatikan bagaimana memilih induk sebelum beternak ikan lele. Ada beberapa kriteria induk yang unggul baik induk jantan maupun induk betina.
beternak ikan leleKriteria induk jantan lele yang baik:
- Tulang kepalanya berbentuk pipih
- Warnanya cenderung lebih gelap
- Pergerakannya lebih gesit
- Perutnya tidak lebih besar daripada punggunya (perut lebih ramping)
- Bentuk alat kelaminnya lebih runcing
Kriteria induk betina lele yang baik:
- Bentuk tulang kepalanya cembung
- Warna tubuhnya lebih cerah
- Gerakannya lamban
- Perutnya lebih besar daripada punggungnya
- Bentuk alat kelaminnya bulat

PEMBUATAN KOLAM IKAN LELE (KOLAM TANAH)

cara beternak ikan lelePada pembuatan kolam ikan lele yaitu kolam tanah, proses pengolahan lahan adalah sebagai berikut:
- Mengeringkan. Lahan untuk dikeringkan terlebih dahulu untuk mengeringkan kolam dan mengurangi bibit penyakit
- Pemberian kapur. Untuk mengembalikan kondisi keasaman tanah seperti semula maka digunakan kapur Domlomit atau Zeolit dengan dosis 60 gr/m2. Keasaman tanah yang alami akan membantu membunuh bibit penyakit yang belum mati lewat proses pengeringan.
- Pemberian Tambak Organik Nusantara (TON). Pemberian TON ini dilakukan dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr/100m2. Tujuannya untuk menetralkan racun dan zat berbahaya yang timbul sebagai hasil pembusukan bahan organik. Pupuk kandang juga bisa ditambahkan untuk mempersubur tahan dalam lahan.
- Memasukkan air.Air dimasukkan ke dalam kolam secara bertahap. Diawali dengan memasukkan air hingga setinggi 30 cm kemudian dibiarkan hingga 3-4 hari dengan tujuan agar plankton alami bisa tumbuh dalam jangka waktu tersebut. Seperti kita ketahui, plankton adalah pakan alami ikan lele.
PEMBUATAN KOLAM IKAN LELE (KOLAM BAK)
Untuk kolam bak, persiapannya adalah sebagai berikut:
- Bersihkan bak dari sisa-sisa kotoran pembenihan
- Jemurlah bak supaya kering dan bebas dari bibit penyakit
- Setelah kering, masukkan air dengan pemberian TON dengan dosis yang sama dengan kolam tanah
KOLAM IKAN LELE (KOLAM TERPAL)
Keunggulan lele merupakan berkah bagi petani, pengusaha, dan konsumen. Usaha budi daya lele tersebut berkembang, termasuk lahirnya inovasi-inovasi barn untuk menghasilkan ikan yang lebih berkualitas dan mengubah citra lele, bukan lagi sebagai budi daya ikan “kelas comberan”. Salah satu inovasi terbaru dalam budi daya ikan dan dapat diterapkan pada budi daya lele adalah budi daya ikan di kolam terpal.
Teknologi budi daya ikan di kolam terpal berkembang dari budi daya ikan lele. Kolam terpal pertama kali ditemukan dan diujicobakan oleh Bapak Mujarob, seorang petani di Bekasi, Jawa Barat. Kini, budi daya di kolam terpal telah berkembang di beberapa daerah. Budi daya lele di kolam terpal memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
1. Dapat diterapkan di lahan terbatas
Teknologi budi daya lele di kolam terpal dapat diterapkan di lahan sempit, seperti di pekarangan atau halaman rumah, bahkan teknologi ini dapat diterapkan di garasi mobil atau teras rumah.
2. Dapat diterapkan di lahan atau tanah yang porous (tanah yang menyerap air) atau tanah berpasir
Tanah porous atau tanah berpasir tidak baik atau tidak cocok untuk membangun kolam karena tidak mampu menahan air atau menyerap air. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan membangun kolam beton, namun biaya yang di¬butuhkan untuk membangun kolam beton sangatlah mahal. Kolam terpal merupakan alternatif yang baik karena selain biaya pembuatannya murah, kolam terpal juga mudah dipindahkan.
3. Dapat diterapkan di daerah sulit air
Ikan lele adalah ikan yang dapat bertahan hidup pada per¬airan yang minim oksigen sehingga dapat dipelihara di kolam tadah hujan. Kolam tadah hujan merupakan teknologi budi daya ikan yang diterapkan di daerah sulit air, namun pembangunan kolam tadah hujan juga membutuhkan biaya yang besar. Di samping itu, air pada kolam tadah hujan dapat hilang melalui penyerapan tanah di kolam dan peng¬uapan. Kolam terpal merupakan solusi yang tepat karena biaya pembuatannya murah dan air di kolam ini hilang hanya melalui penguapan.
4. Pembuatannya praktis
Kolam terpal hanya membutuhkan sedikit bahan dan alat, serta waktu pembuatannya hanya beberapa jam. Hal ter¬sebut tentu berbeda dengan pembuatan kolam tanah atau kolam beton yang membutuhkan banyak bahan dan waktu selama berhari-hari.
5. Waktu produksi yang lebih singkat
Jika menggunakan kolam tanah maka ketika selesai panen, kolam hams dijemur dan diolah lagi. Pada kolam terpal, ketika selesai panen, kolam terpal cukup dibersihkan dan diisi air untuk pemeliharaan lagi.
6. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal tidak berbau lumpur
Salah satu kelemahan ikan yang dipelihara di kolam tadah hujan atau di air tergenang adalah berbau lumpur. Hal ter¬sebut terjadi karena kotoran ikan yang menumpuk, sisa-sisa makanan, metabolisme tubuh ikan, atau sumber air yang tidak bersih. Pada kolam terpal, hal-hal tersebut dapat di¬minimalkan dengan menyifon (menyedot kotoran) dasar kolam.
7. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal jarang diserang “penyakit kuning”
Penyakit ini biasanya menyerang lele yang dibudidayakan di kolam tanah. Penyebab penyakit kuning adalah bahan organik, terutama nitrit (NO2-) yang tinggi di dasar kolam. Pada kolam terpal, bahan organik di dasar kolam mudah dikeluarkan dengan cara menyifon.
8. Sintasan atau kelangsungan hidup (survival rate)
Sintasan atau kelangsungan hidup (survival rate) ikan lele yang dipelihara di kolam terpal lebih tinggi, dapat mencapai 95%. Hal tersebut terjadi karena pengawasan yang lebih mudah dan intensif.
9. Padat penebarannya lebih tinggi
Pada kolam tadah hujan atau kolam air tergenang, padat penebaran lele dapat tinggi, namun pertumbuhannya me¬lambat dan sintasan menurun. Pada kolam terpal, padat penebaran lele antara 100-300 ekor/m2 untuk benih ukuran 5-8 cm.
10. Pertumbuhan lele lebih cepat
Pertumbuhan ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal dapat dipacu. Hanya dalam waktu 2,5-3 bulan, lele sudah dapat dipanen dengan ukuran 8-12 ekor/kg.
11. Biaya pembuatan kolam terpal lebih murah
Kolam terpal juga dapat diubah posisinya dan dapat di¬pindahkan.
Keunggulan kolam terpal ini merupakan salah satu peluang yang baik bagi pengembangan budi daya lele. Kolam terpal dapat diterapkan untuk pembenihan lele, pendederan, dan pembesar¬an hingga menghasilkan lele konsumsi. Dengan adanya tekno¬logi kolam terpal, budi daya lele tidak lagi terpusat pada lahan yang ideal, yang memungkinkan dibangun kolam dan mempu¬nyai sumber air melimpah.
Budi daya ikan lele di kolam terpal merupakan peluang usaha bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, dan menyediakan protein ikan, yang pada akhir¬nya menggerakkan ekonomi di suatu kawasan.
Harga ikan lele pun stabil dan cenderung meningkat. Pada tahun 2008, harga lele di tingkat produsen (pembudi daya) untuk ukuran konsumsi 8-12 ekor/kg seharga Rp 8.000 – Rp 9.000/kg, naik menjadi Rp 9.000 – Rp 11.000/kg di tahun 2009. Di samping itu, harga lele di pasar swalayan dan supermarket berkisar antara Rp 14.000 – Rp 16.000/kg.
Di kota-kota besar, permintaan lele hidup dan segar untuk warung-warung pecel lele, rumah makan, restoran, dan pasar swalayan terus meningkat. Di Jabodetabek saja, ikan lele yang dipasok diperkirakan mencapai 150 ton/hari, sedangkan di Yogyakarta, kebutuhan lele setiap hari mencapai 25 ton.
Kebutuhan lele akan terus meningkat seiring dengan tumbuh¬nya usaha pengolahan lele, seperti bakso lele, kerupuk lele, abon lele, dan filet lele. Lele juga mulai dipasarkan dalam bentuk awetan, yaitu lele asap. Untuk membuat produk olahan, di¬butuhkan lele ukuran 1-2 ekor/kg, kecuali untuk filet dibutuh¬kan lele ukuran > 1 ekor/kg. Untuk lele asap, dibutuhkan lele ukuran 6-10/kg.
Dengan demikian, budi daya lele tetap prospektif. Budi daya lele dapat dilakukan secara intensif dengan penerapan padat pene¬baran tinggi dan pemberian pakan secara kontinu. Dengan cara tersebut, pertumbuhan lele dapat dipacu, namun lele yang di¬hasilkan tetap berkualitas baik. Teknologi kolam terpal merupa¬kan teknologi praktis dan murah yang cocok untuk memacu pertumbuhan lele dan menghasilkan lele berkualitas.

PEMIJAHAN

Pemijahan adalah sebuah proses dimana jantan dan betina dipertemukan untuk mengeluarkan sperma dan dan sel telur. Salah satu tanda dari jantan yang siap untuk kawin adalah alat kelaminnya berwarna kemerah-merahan sedangkan tanda dari betina adalah sel telurnya yang ketika belum matang masih berwarna hijau sudah berubah menjadi kuning. Sel telur yang sudah dibuahi sel sperma akan menempel pada dinding kolam, ijuk, batu bata dan benda lainnya dan dalam 24 jam akan menetetas.

PEMINDAHAN

budidaya ikan leleSetelah proses pemijahan, maka anda perlu memindahkan benih. Caranya:
- Kurangilah jumlah air di kolam pemijahan. Kurangi airnya hingga tersisa setinggi 10 hingga 20 cm saja
- Siapkan baskom atau ember untuk tempat penampungan. Isilah baskom atau ember tersebut dengan air dari kolam pemijahan
- Usahakan untuk menyamakan suhu antara kolam pemijahan dan tempat penampungan tadi
- Dengan menggunakan alat seperti misalnya piring, pindahkan benih dari kolam pemijahan ke tempat penampugan
- Setelah 3 hari, pindahkan benih ke kolam pendederan
- Harap diingat untuk berhati-hati dalam memindahkan benih ke kolam pendederan di malam hari, karena benih sangat peka terhadap suhu

PENDEDERAN

Kolam pendederan lele ini diisi dengan lele yang siap dijual. Harga biasanya berdasarkan ukurannya: 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm. Permukaan kolam pendederan ini diberikan perlindungan berupa enceng gondok atau bisa juga dengan menggunakan penutup dari bahan plastik, fungsinya untuk menjaga ikan lele dari perubahan suhu yang drastis. Seperti yang kita ketahui, perubahan suhu yang drastis akan bisa membuat ikan lele stress.
PEMBERIAN PAKAN
Pemberian pakan untuk ikan lele sangat penting untuk anda perhatikan. Pertama-tama kita akan membahas jenis pakan ikan lele:
- Pakan Lele alami
Pakan lele yang bersifat alami didapat dari plankton, jentik, cacing kecil dan kutu air
- Pakan Lele Buatan
Pakan lele buatan diberikan untuk ikan lele dengan usia di atas 4 hari. Pastikan bahwa pakan buatan yang anda berikan mengandung kadar protein yang tinggi
Bila anda ingin menambah nilai gizi dari pakan anda, anda bisa mencampur pakan buatan dengan POC NASA. Dosisnya 1 – 2 cc/kg pakan, dicampur dengan air secukupnya. Penambahan POC NASA ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan lele terhadap penyakit karena POC NASA mengandung kadar mineral, protein dan vitamin yang sangat dibutuhkan untuk sistem imun ikan lele.
CARA PENGATURAN SISTEM PENGAIRAN
Sistem pengairan kolam ikan lele adalah salah satu elemen paling penting dalam budidaya ikan lele. Untuk itu anda perlu memastikan kualitas air yang akan anda gunakan dalam kolam. Ciri-ciri air yang baik untuk kolam ikan lele antara lain:
Kualitas air secara fisik
- Airnya bersih
- Airnya berwarna hijau cerah
- Tingkat kecerahan/tingkat transparansi adalah sedang atau sekitar 30 – 40 cm)
Kualitas air secara kimia
- Tidak mengandung zat-zat beracun utamanya amoniak
- Rentang suhu air yang stabil yaitu di antara 22 – 26 derajat Celcius
Dalam usaha untuk menjaga kualitas air tetap berada dalam kondisi terbaik, maka air perlu diberikan pupuk TON. Pupuk TON mengandung mineral, protein, lemak, karbohidrat dan asam humat yang sangat membantu dalam menumbuhkan dan juga menyuburkan pakan alami seperti plankton dan cacing kecil. Pupuk TON juga berperan dalam menetralkan zat-zat racun yang ada dalam air kolam.

PENGENDALIAN KESEHATAN IKAN LELE

cara beternak ikan leleDalam budidaya ikan lele, daya tahan tubuh ikan lele memegang peranan paling penting dalam rangka mengatasi penyakit ikan lele. Istilah kesehatan “lebih baik mencegah daripada mengobati” juga berlaku dalambudidaya ikan lele. Penyakit-penyakit yang biasa menyerang ikan lele hampir semuanya disebabkan oleh kondisi air yang buruk. Misalnya air yang mengandung bibit penyakit berupa protozoa, bakteri, jamur dan lain sebagainya.
Jadi dalam mengendalikan kesehatan ikan lele, yang paling penting untuk dilakukan adalah menjaga kondisi air dalam kolam. Pastikan air dalam kolam dalam kondisi yang sehat. Tapi kebersihan kolam saja belum cukup, anda perlu meningkatkan juga daya tahan tubuh ikan lele. Pemberian nutrisi tambahan juga diperlukan, dalam hal ini cukup TON dan POC NASA.
Namun bila ikan lele terlanjur terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan protozoa, maka anda bisa mengatasinya dengan pemberian formalin, atau larutan Kalium Permanganat. Harap diingat bahwa penggunaaan obat-obat dan bahan-bahan tadi harus mengikuti dosis yang telah ditentukan.
Bisnis budidaya ikan lele adalah bisnis yang menjanjikan. Dengan penanganan dan pengendalian yang tepat, anda bisa meraup keuntungan yang sangat besar. Selamat mencoba cara budidaya ikan lele Dumbo.